This Blog Discusses About Cheat , Games , Software , Anime , Tutorial Blog , Tips and Trik, SEO! I Hope All of This Article Useful :)

Cerita Rakyat Indonesia #5 - Kisah Cenderawasih

by Unknown , at Senin, September 09, 2013 , have 0 komentar
Di Pegunungan Bumberi, Fak-fak, tanah Papua, pernah hidup seorang wanita bersama seekor anjing tuanya. Untuk makan mereka harus masuk ke hutan. Suatu hari saat mencari makanan di hutan, mereka sampai di sebuah tempat yang dipenuhi oleh pohon pandan yang sedang berbuah. Wanita itu mengambil beberapa buah pandan kemudian memberikannya kepada anjingnya. Dengan lahap anjing betina itu memakan buah pandan yang diberikan tuannya.

Secara ajaib, si anjing betina itu hamil dan melahirkan seekor anak anjing. Wanita itu pun turut mencoba memakan buah pandan, lalu dia juga hamil. Setelah melahirkan seorang anak, si wanita memberi nama anaknya, Kweiya. Siang malam wanita itu membesarkannya Kweiya. Setelah dewasa, Kweiya membuka sebuah ladang baru dengan alat yang sangat sederhana sekali, yaitu kapak batu berbentuk pahat.

Seorang pria kemudian mendekati Kweiya dan memberikan kapak besi kepadanya. Ladang yang hendak dibuka oleh Kweiya pun dengan cepat dapat diselesaikannya. Atas jasanya inilah, Kweiya pun memperkenalkan sang pria kepada ibunya. Mereka semua makan siang bersama. Ibu Kweiya dan sang pria kemudian saling jatuh cinta. Mereka lalu menikah.

Beberapa tahun kemudian, keduanya memiliki dua anak. Kweiya senang memiliki adik. Namun, itu hanya sebentar. Beberapa tahun berikutnya, kedua adiknya iri kepada Kweiya. Hal ini membuat persaudaraan di antara mereka sedikit renggang.

Keduanya lantas berkomplot untuk mengeroyok Kweiya. Perkelahian tidak seimbang itu membuat tubuh Kweiya terluka. Untuk menghindarinya, Kweiya lalu bersembunyi di sudut rumah. Di sana, dia memintal tali yang dianyam dari pohon Pogak Nggein. Saat ibu-bapak mereka pulang salah satu dari mereka bercerita tentang kejadian tersebut. Hal itu membuat ibu Kweiya khawatir. Dia pun segera memanggil Kweiya, tapi Kweiya tidak menyahut.

Tiba-tiba dari sudut rumah terdengar suara, "ek ek ek ek ek ek". Suara itu adalah sebuah jawaban dari Kweiya yang menampakkan dirinya. Tak berselang berapa lama kemudian, Kweiya berubah menjadi seekor burung. Tali yang dipintal tadi disisipkan pada kakinya. Lalu, burung itu meloncat keluar, kemudian ke atap rumah, lalu ke dahan pohon.

Semua hanya bisa bengong menyaksikan kejadian tersebut. Tapi, ibu Kweiya menangis sedih karenanya. Dia pun bertanya kepada Kweiya, adakah tali pintal tersisa untuknya. Kweiya yang telah berubah menjadi burung mengatakan bahwa tali itu ada pada koba-koba (payung tikar) di sudut rumah. Ibunya segera mencarinya. Setelah ketemu, tali pintal itu disisipkan di ketiaknya. Lalu ibu Kweiya pun berubah menjadi burung juga. Dan melompat ke atas pohon bersama Kweiya. Setelah berkicau, mereka berdua pergi jatuh. Namun, tetap di tanah Papua. Karena, di tanah itulah mereka lahir dan dibesarkan. [CJ]
Cerita Rakyat Indonesia #5 - Kisah Cenderawasih
Cerita Rakyat Indonesia #5 - Kisah Cenderawasih - written by Unknown , published at Senin, September 09, 2013, categorized as Cerita Rakyat . And have 0 komentar
No comment Add a comment

~ Selamat Datang di Screat Inside. Terimakasih sudah berkunjung :)

Silahkan Commentar sesuai dengan topik di atas, jangan SPAM yah .
-Gunakan bahasa yang sopan
-Dilarang spam, flood, junk, iklan, sara, sex
-Dilarang OOT / Out of Topic
-Silahkan gunakan OpenID untuk mempermudah blogwalking
-Dilarang menaruh live link
*Terkecuali penting

Maaf jika komentarnya lama saya balas / tidak saya balas, jika mempunyai pertanyaan contact saya
http://www.facebook.com/TomcaThackerz

Cancel Reply
GetID
Copyright ©2013 Screat Inside
Theme designed by Jovi Alfareby - Published by Screat Inside
Powered by Blogger